Kemeriahan Imlek, mulai dari Mudik hingga Pasang Lampion

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 6 Views comments

Batam: Arus mudik di perayaan Tahun Baru Imlek 2565 mencapai puncaknya di Pelabuhan Domestik Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pada Kamis, 15 Februari 2018, lebih four.000 warga meninggalkan Kota Batam.

Suasana mudik terasa sejak pagi. Pelabuhan Sekupang didatangi ribuan calon penumpang.

"Jumlah kapal feri yang berangkat mulai dari pagi sebanyak delapan feri," ungkap Pembina Pelayaran Rakyat (Pelra) Kota Batam, Asmadi.

Ia mengungkapkan, pada puncak mudik Hari Raya Imlek 2018 hari ini, sebanyak 27 kapal feri yang dioperasikan oleh sejumlah operator. Berbeda pada hari sebelumnya, Rabu, 14 Februari 2018, kapal yang dioperasikan sebanyak 25 kapal feri. 

"Hari ini adalah puncak mudik Imlek 2018. Besok arus mudik diperkirakan tetap ramai tetapi tidak sebanyak hari ini dan kemarin. Pada 14 Februari 2018, jumlah pemudik lebih three.500 orang," ujarnya. 

Tujuan arus mudik Imlek 2018 terbanyak tetap pada tiga rute, yaitu; Batam-Tanjungbalai Karimun (Kepri); Batam-Tanjungbatu (Kepri); dan Batam-Selatpanjang (Provinsi Riau).

Kemeriahan Imlek juga dirasakan di kawasan Kota Tua Kampung Cina Pondok, Kota Padang, Sumatera Barat. Ratusan lampion dipasang di kawasan tersebut. Masyarakat pun dapat menyaksikan kemeriahan lampion di lokasi itu.

Di Klenteng See Hin Kiong, ornamen khas masyarakat Tionghoa menyemarakkan suasana. Menurut Wakil Ketua Pengurus Klenteng See Hin Kiong, Syamsi Khosasi, ornamen-ornamen itu didatangkan dari Tiongkok.


(Ratusan lampion dipasang di Klenteng See Hin Kiong Padang untuk menyemarakkan Imlek, Kamis, 15 Februari 2018, Medcom - Alex Rajes)

"Sebagian besar ornamen dan ukiran didatangkan dari Tiongkok. Sehingga kebudayaan Tionghoa sangat terasa, dan menarik untuk dikunjungi wisatawan," kata Syamsi.

Susan, warga Padang, mengaku takjub dengan kemeriahan Imlek di klenteng tertua di kota tersebut. Ia dan keluarga pun selalu menunggu perayaan Tahun Baru Imlek untuk menyaksikan kemeriahan di klenteng itu.

"Karena ingin melihat kebudayaan cina dan kilauan lampu lapion yang berjejer," ujar perempuan berusia 23 tahun itu.

(RRN)

Comments