Inovasi Lalat Pengurai Sampah

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 48 Views comments

Metrotvnews.com, Tangerang Selatan: Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) menggelar Workshop Temu Bisnis Inovatif yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, 10 dan 11 Juli 2017. Pada hari kedua, para peserta workshop yang juga tenan Puspiptek melakukan pitching (presentasi) produk di hadapan para investor.

Salah satunya, lalat yang bermanfaat mengurai sampah organik dan menjadi pakan ternak, yakni lalat tentara hitam. CEO Biomagg Aminudi, telah melakukan serangkain pengamatan dan penelitian terhadap lalat tentara hitam. Ia menemukan Biomagg, yakni bio-kovnersi oleh lalat tentara hitam (black soldier fly larve) yang dapat mengurai sampah lebih cepat, tidak bau, menghasilkan kompos organik, zero waste dan larvanya bisa menjadi sumber protein yang baik untuk pakan.

"Lalat tentara hitam kami pilih karena lalatnya itu tidak membawa bibit penyakit karena siklus hidupnya sangat singkat. Dia mau hinggap di sampah, tapi dia tidak mau singgah di makanan," jelas Amin yang ditemui usai mengikuti Workshop Temu Bisnis Inovatif di Aula Gedung Know-how Enterprise Incubation Middle (TBIC), Kawasan Puspipptek, Seprong, Tangerang Selatan, Selasa 11 Juli 2017.

Proses alami lalat tentara hitam dalam mengurai sampah yakni, setelah bertelur akan menetas kemudian menjadi belatung. Kemudian belatung yang akan memakan sampah selama dua minggu, dari kotoran belatung akan menjadi pupuk kompos.

"Biasanya proses pembuatan pupuk kompos butuh waktu three,5 bulan, kalay menggunakan maggot bisa tiga kali lebih cepat. Belatungnya nanti akan dimanfaatkan untuk pakan ikan dan unggas, bahkan bisa menjadi konsentrat untuk luminansia seperti sapi dan kerbau supaya bisa gemuk, malah bisa untuk sapi perah biar hasil susunya banyak," papar Aminudi.

Dirinya juga menjelaskan bahwa temuannya ini mendapat respon positif dari Pemerintah Kota Depok. Maggot ini diaplikasikan dan disosialisasikan di Depok.

"Aplikasinya dalam bentuk UPS di Depok sudah ada 2 untuk sampah organik. Kalau simpul sampahnya sendiri lebih homogen, yakni dari pasar tradisional dan trendy dan restoran," imbuh dia.

Biomagg juga turut pitching dalam acara Workshop Temu Bisnis Inovasi yang telah berjalan dua hari, yakni 10 hingga 11 Juli 2017. Aminudi dihadapkan dengan tiga investor, yakni Jasindo, Kinara Indonesia dan Angel Funding Community Indonesia (ANGIN).

Dirinya optimis bisa 'kecantol' dan mengambil hati salah satu investor. Sebab, dia yakin sudah memiliki kriteria yang dicari oleh investor.

"Biomagg bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat (persoalan sampah), memberi manfaat untuk petani (melalui pupuk kompos dari maggot), bisa menciptakan kota yang bersih. Kami juga memiliki semangat scale-up lebih baik. Dari tim juga sudah cukp lengkap, dari segi bisnis bisa tercapai bagi tenan, investor, dan masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, Founder Kinara Indonesia Fajar Anugerah menjalaskan beberapa kriteria yang masuk untuk bisa memperoleh pembiayaan. Di antaranya substansi produk inovasinya, apakah memiliki sesuatu yang bisa dikomersilkan atau tidak.

"Selain itu punya manfaat atau tidak untuk masyarakat banyak, misal tidak hanya di daerah tapi di Indonesia, ASEAn bahkan dunia. Lalu apakah foundernya memiliki rekam jejak yang baik, dan motivasi yang kuat," papar Fajar.

(ROS)

Comments