IMF Memperingatkan Risiko di Sistem Keuangan Tiongkok

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 10 Views comments

Washington: Dana Moneter Internasional atau International Financial Fund (IMF) pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) memperingatkan tentang menyeduh risiko dalam sistem perbankan Tiongkok. Hal itu karena menemukan lusinan kreditur penting perlu memperkuat pertahanan mereka melawan kemungkinan krisis keuangan.

Laporan IMF tersebut muncul sehari setelah regulator di Beijing menyusun peraturan baru untuk memperkuat pendanaan bank, dan mengikuti sejumlah peringatan tentang masalah utang yang menggelembung di ekonomi nomor dua dunia.

Mengutip AFP, Jumat, eight Desember 2017, di dekat bagian atas daftar dalam studi IMF mengenai stabilitas sistem keuangan Tiongkok adalah kebutuhan bank untuk meningkatkan modal mereka guna menangkal risiko dari meningkatnya utang.

Tiongkok sebagian besar mengandalkan investasi dan ekspor yang didorong oleh bahan bakar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, namun IMF mengatakan bahwa mannequin ini telah mencapai batasnya. Sebagian dari masalahnya terletak pada goal pertumbuhan tinggi, kata IMF.

"Kami merekomendasikan pihak berwenang untuk tidak menekankan (pertumbuhan) PDB. Tiongkok harus mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap risiko," kata Wakil Direktur Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF Ratna Sahay, dalam sebuah konferensi pers.

Kredit yang melimpah memungkinkan pemerintah daerah untuk mencapai angka pertumbuhan tinggi namun sekarang setiap tambahan dolar dari utang menghasilkan hasil yang semakin berkurang. Utang yang menggelembung menambah risiko finansial dan mungkin membebani pertumbuhan ekonomi Tiongkok di masa depan.

"Pertumbuhan kredit merupakan indikator penting tekanan keuangan masa depan, karena standar pinjaman sering kali gagal dalam membuat lebih banyak pinjaman," pakar IMF memperingatkan dalam sebuah posting weblog.

(ABD)

Comments