ExxonMobil Keluar dari Konsorium Blok East Natuna

Berita Hari Ini

Koran Online / Berita Hari Ini 35 Views comments

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah sudah mendapatkan surat dari perusahaan minyak dan fuel bumi (migas) asal Amerika Serikat, ExxonMobil yang menyatakan keluar dari konsorsium blok East Natuna.

Direktur Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengatakan dalam surat yang diberikan kepada Kementerian ESDM ExxonMobil mengatakan, bahwa phrases Blok East Natuna tidak ekonomis.

"Exxon bilang saat ini tidak ekonomis dengan Phrases yang ada," kata Wirat di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 18 Juli 2017.

Seperti diketahui kandungan karbondioksida yang sangat besar di Blok East Natuna yakni sekitar 72 persen menjadi satu alasan mengapa ExxonMobil tidak berminat dengan blok tersebut. Menurut mereka jika kandungan karbondioksida sebanyak itu, perlu teknologi tremendous canggih untuk mengelolanya.

Sedanhkan jika harus mengeluarkan teknologi yang tremendous canggih, artinya ExxonMobil harus merogoh dana yang sangat besar. Teknologi yang dikeluarkan itu tidak sebanding dengan fuel yang dihasilkan.

Namun, meskipun ExxonMobil menyatakan tidak berminat, Wirat melanjutkan, dalam suratnya kepada pemerintah, ExxonMobil tetap menawarkan bantuan seperti teknologi dan teknis kepada Indonesia.

"Di suratnya ExxonMobil jelas-jelas dia bilang, mereka memiliki teknologi dan kemampuan teknis, jika diperlukan siap membantu Indonesia. Itu isi suratnya," ucap Wirat.

Pengelolaan Blok East Natuna terdiri dari konsorsium dengan Pertamina sebagai lead-nya. Lalu, Pertamina? menggandeng ExxonMobil dan perusahaan migas asal Thailand PTT EP sebagai anggota. Pemerintah pun menyerahkan kepada Pertamina untuk menggandeng associate baru pengganti ExxonMobil.

"Nanti ini perlu dibahas, Pertamina ingin konsorsium dengan siapa. Kan pemerintah sudah ada penugasan pertamina dan boleh bekerjasama dengan associate yang, pengelola wilayah kerja sebelumnya," jelas dia.

Saat ini Pertamina sedang menyiapkan kajian teknologi dan market (Know-how and Market Evaluation/TMR) mengenai Blok East Natuna. Kajian ini digunakan untuk menentukan syarat dan ketentuan dalam kontrak tersebut.

"Nah ini konsorsium lakukan feasibility research, belum pengelolaan wilayah kerja. Yang disebut TMR (Know-how Market Evaluate), ini konsorsium Pertamina Exxon dan PTT. Kalau pengelolaannya nanti ke Pertamina," imbuh dia.

(SAW)

Comments