ESDM: Ada Kekurangan Pasokan Elpiji di Beberapa Daerah

Koran Online

Nasional / Koran Online 14 Views comments

Sebelumnya PT Pertamina, menemukan ada beberapa penyebab terjadinya kelangkaan elpiji three kilogram (kg) di pasaran. Salah satunya, penyerapan elpiji three kg yang tak sesuai peruntukan bagi warga miskin.

"Tingginya permintaan terhadap LPG three kg bersubsidi ini ditengarai akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan di lapangan bahwa LPG three kg bersubsidi digunakan pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu," ujar VP Company Communication, Adiatma Sardjito dalam keterangannya, Jumat eight Desember 2017.

Berdasarkan knowledge penyaluran harian LPG 3 kg bersubsidi, hingga akhir November 2017 lalu, realisasi penyaluran mencapai 5,750 juta MT, atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT.

"Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran LPG three kg bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut," tambah Adiatma.

Dia mengaku, Pertamina bersama Pemda dan Hiswana Migas, melakukan upaya pengamanan ketersediaan LPG 3 kg bersubsidi pada periode awal Desember 2017.

Upaya tesebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan LPG 3 kg bersubsidi di masyarakat dengan melakukan pemeriksaan lapangan, operasi pasar, dan penambahan pasokan di sejumlah titik yang diduga terjadi kelangkaan pada periode awal Desember 2017.

Menjawab kondisi tersebut, Pertamina memastikan bahwa ketahanan stok nasional LPG berada pada kondisi aman yaitu 18,9 hari di atas stok minimal 11 hari.

Namun dari pantauan di beberapa lokasi yang menjadi target operasi pasar sejak Senin 4 Desember 2017, ada beberapa titik yang ternyata sepi peminat.

Salah satunya adalah operasi pasar yang digelar di Paledang, Bogor pada Kamis 7 Desember 2017 yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut sudah tercukupi.

Comments