Biaya Transportasi Indonesia Lebih Mahal Ketimbang Negara Tetangga

Berita Hari Ini

Politik / Berita Hari Ini 13 Views comments

Metrotvnews.com, Deli Serdang: Presiden Joko Widodo mengingatkan biaya transportasi Indonesia 2,5 kali lebih mahal ketimbang Malaysia dan Singapura. Bila tak dibenahi, daya saing international atau international competitiveness index Indonesia sulit terdongkrak.

"Kalau diturunkan seperti negara-negara lain, daya saing kita akan meningkat. International competitiveness index-nya (Indonesia) sudah lebih baik, dari 41 jadi 36," ujar Jokowi saat meresmikan dua ruas tol di Medan, Gerbang Tol Medan-Binjai, Deli Serdang, Jumat 13 Oktober 2017.

Jokowi menilai salah satu yang mendongkrak daya saing suatu negara adalah kelancaran transportasi. Pembangunan jalan tol diutamakan untuk menekan harga bahan-bahan pokok.

Maka dari itu, Presiden harus turun ke lapangan untuk mengetahui permasalahan pembangunan jalan tol. Pasalnya, pembangunan jalan tol acapkali terkendala lantaran banyaknya masalah yang mendera, salah satunya pembebasan lahan.

"Inilah kenapa kalau ke lapangan saya tanya masalah, oh yang ruas Kualanamu-Tebing Tinggi enggak ada masalah. Tapi yang ada masalah di Medan-Binjai masih ada masalah dengan pembebasan lahan," paparnya.

Menyelesaikan pembebasan lahan di Jalan Tol Medan-Binjai, Jokowi langsung memerintahkan Kapolda dan Kejati. Termasuk, Kakanwil Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk mempercepat penyelesaian pembebasan lahan Seksi-I Jalan Tol Medan-Binjai yang baru 66,04 persen.

"Lakukanlah pendekatan-pendekatan yang baik. Ini bukan untuk kepentingan 1-2 orang, tapi untuk kepentingan rakyat dalam rangka mobilitas orang dan barang," tegas Jokowi.

Seperti diketahui, Jalan Tol Medan-Binjai baru beroperasi dua seksi sepanjang 10,46 km. Hanya Helvetia hingga Binjai yang baru tersambung. Sementara, seksi-I sepanjang 6,27 km, progres konstruksinya baru 20,26 persen dengan panjang 1,27 km yang sudah terbangun.

Secara keseluruhan, tiga seksi Tol Medan-Binjai sepanjang 16,72 km menggelontorkan pembiayaan sebesar Rp1,6 triliun. Pemegang sahamnya yakni PT Hutama Karya (Persero).

<iframe class="embedv" width="560" peak="315" src="http://www.metrotvnews.com/embed/nbw3YeEb" allowfullscreen></iframe>

Comments